Lampung Selatan — wartaoneindonesia.com, SDN 1 Sidoharjo yang terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, dilaporkan mengalami perusakan oleh orang tak dikenal (OTK). Namun, sejumlah saksi menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum santri dari Pondok Pesantren Daarussalamah.
Salah satu murid kelas V berinisial T mengaku sempat melihat seorang santri dari Ponpes Daarussalamah masuk ke salah satu ruangan sekolah tanpa izin, Santri tersebut diduga mengambil bola kaki dari dalam ruangan.
Peristiwa lain terjadi pada Selasa, 21 April 2026. Seorang guru SDN 1 Sidoharjo berinisial M, saat sedang membersihkan ruang kantor, mendengar suara kaleng yang terlempar dan membentur dinding.
M kemudian mendapati beberapa santri berada di halaman sekolah. Ia pun memberikan nasihat agar para santri menjaga etika di lingkungan mana pun.
Hal tersebut disampaikan M kepada awak media, Sehari setelah kejadian tersebut, tepatnya pada 22 April 2026, pihak sekolah menemukan kerusakan pada kaca jendela kantor.
Di lokasi kejadian juga ditemukan batu yang diduga digunakan untuk melempar kaca hingga pecah.
Awak media kemudian melakukan konfirmasi pada 24 April 2026 ke kediaman pimpinan Ponpes Daarussalamah, Bapak Nurkholis Ahmad.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa pihak pondok tidak dapat mengawasi santri selama 24 jam penuh. Meski demikian, ia menegaskan akan segera melakukan koordinasi dengan pengurus pondok untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
Menanggapi insiden ini, Ketua PAC Pemuda Pancasila setempat, Eddy Saputra Sitorus, ST, menyampaikan perlunya evaluasi dalam sistem pengelolaan dan kepengurusan Ponpes Daarussalamah. Ia menilai kejadian ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja yang perlu diperbaiki.
Kasus ini masih menjadi perhatian masyarakat sekitar, dan diharapkan ada langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (***)






