Bulog Lamsel Mulai Salurkan Bantuan Pangan Beras untuk Ratusan Ribu Warga

LAMPUNG TENGAH13 Dilihat

LAMSEL, KALIANDA — wartaoneindonesia.com, Perum Bulog Cabang Lampung Selatan menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 182.398 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Lampung Selatan.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Cabang Bulog Lampung Selatan, Fedrial Farhan, dalam kegiatan Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) yang digelar di Gedung Pemda Lampung Selatan, Selasa (1/9/2026).

Fedrial menjelaskan, data penerima bantuan pangan tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial Republik Indonesia. Data yang diterima Bulog telah dilengkapi nama dan alamat masing-masing penerima atau by name by address.

“Data penerima yang kami terima sudah by name by address. Nama dan alamat setiap penerima sudah tercantum langsung saat data kami terima dari pusat,” ujar Fedrial.

Ia mengatakan, penyaluran bantuan pangan kali ini mencakup alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.

Setiap penerima memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Dengan demikian, dalam satu kali penyaluran, masing-masing penerima akan menerima total 30 kilogram beras sekaligus.

“Artinya, setiap penerima akan mendapatkan 30 kilogram beras sekaligus. Untuk penyaluran kali ini, komoditas bantuannya hanya beras, tanpa minyak goreng, berbeda dengan penyaluran pada alokasi sebelumnya,” jelasnya.

Fedrial menegaskan, bantuan beras tersebut diberikan secara gratis. Masyarakat penerima tidak dipungut biaya apa pun.

“Harapan kami, bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus ikut menjaga stabilitas harga beras di wilayah Lampung Selatan,” imbuhnya.

Bulog Jamin Kualitas dan Kuantitas Beras
Selain memastikan bantuan tersalurkan kepada penerima yang telah ditetapkan, Bulog Lampung Selatan juga berkomitmen menjaga kualitas dan kuantitas beras yang diberikan kepada masyarakat.

Fedrial mengimbau penerima bantuan segera melapor apabila mendapatkan beras yang tidak sesuai standar atau jumlah beras yang diterima kurang dari ketentuan.

“Silakan melapor dan langsung hubungi petugas pembagi di desa masing-masing, atau langsung ke kami. Jika ada beras yang di bawah standar medium atau jumlahnya kurang dari 10 kilogram per karung, akan segera kami lakukan penggantian,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan dari masyarakat penting untuk memastikan program bantuan pangan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima.

“Kami ingin memberikan beras yang berkualitas untuk masyarakat. Harapan kami, beras yang kami bagikan ini tepat sasaran, tepat kualitas, dan tepat waktu,” pungkas Fedrial. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *