{"id":2038,"date":"2026-04-14T03:43:52","date_gmt":"2026-04-14T03:43:52","guid":{"rendered":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/?p=2038"},"modified":"2026-04-14T03:43:52","modified_gmt":"2026-04-14T03:43:52","slug":"ojk-dorong-literasi-keuangan-pelajar-melalui-program-kejar-di-lampung-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/14\/ojk-dorong-literasi-keuangan-pelajar-melalui-program-kejar-di-lampung-selatan\/","title":{"rendered":"OJK DORONG LITERASI KEUANGAN PELAJAR MELALUI PROGRAM KEJAR DI  LAMPUNG SELATAN"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">Lampung Selatan &#8211; wartaoneindonesia.com, 9 April 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan pemangku kepentingan terkait melaksanakan salah satu program kegiatan TPAKD dalam kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan berupa Launching Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di SDN 3 Way Urang, Kecamatan Kalianda.<\/p>\n<p>Program KEJAR merupakan inisiatif strategis dalam menanamkan budaya menabung<br \/>\nsejak dini, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mendorong kepemilikan<br \/>\nrekening pelajar sebagai bagian dari pembentukan generasi yang cerdas dan mandiri secara finansial.<\/p>\n<p>Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, Mahat Santosa, S.TP., M.M.,<br \/>\nmenyampaikan bahwa program KEJAR diharapkan dapat meningkatkan pemahaman<br \/>\npelajar dalam mengelola keuangan serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah<br \/>\ndaerah, OJK, dan perbankan dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Plt. Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung, Asrul Tristianto, S.T.,<br \/>\nM.T., menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi<br \/>\nKeuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan BPS, indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%<br \/>\ndan literasi keuangan sebesar 66,46%. Sejalan dengan capaian tersebut, Pemerintah<br \/>\nProvinsi Lampung menargetkan peningkatan inklusi keuangan hingga 85 persen dalam<br \/>\njangka menengah dan 97% pada tahun 2045, serta mendorong Program KEJAR sebagai<br \/>\nlangkah konkret untuk memperluas akses keuangan dan membangun budaya<br \/>\nmenabung sejak dini, dengan partisipasi sekitar 14.000 pelajar.<\/p>\n<p>Otto Fitriandy, Kepala OJK Provinsi Lampung yang dalam kesempatan ini diwakili oleh<br \/>\nAsisten Direktur OJK Provinsi Lampung, Imam Gozali dalam sambutannya<br \/>\nmenyampaikan bahwa program KEJAR merupakan inisiatif strategis untuk<br \/>\nmenanamkan budaya menabung sejak dini serta membangun kedisiplinan finansial<br \/>\npelajar. Program ini juga menjadi sarana edukasi keuangan yang mendorong<br \/>\nkepemilikan rekening sejak bangku sekolah dan membentuk generasi yang mandiri<br \/>\nsecara finansial.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, S,T., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa investasi terbaik tidak hanya pada pembangunan<br \/>\ninfrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia, termasuk karakter dan kecerdasan finansial. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah.<\/p>\n<p>Melalui sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan industri jasa keuangan, program<br \/>\nKEJAR diharapkan mampu mempercepat perluasan akses keuangan daerah serta<br \/>\nmembentuk generasi muda yang cerdas finansial, mandiri, bijak, dan siap menghadapi<br \/>\ntantangan ekonomi di masa depan. (***)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan &#8211; wartaoneindonesia.com, 9 April 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/04\/14\/ojk-dorong-literasi-keuangan-pelajar-melalui-program-kejar-di-lampung-selatan\/\" title=\"OJK DORONG LITERASI KEUANGAN PELAJAR MELALUI PROGRAM KEJAR DI  LAMPUNG SELATAN\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2037,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-2038","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ekonomi"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2038","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2038"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2038\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2040,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2038\/revisions\/2040"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2038"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2038"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2038"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2038"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}