{"id":3707,"date":"2026-07-10T17:02:41","date_gmt":"2026-07-10T17:02:41","guid":{"rendered":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/?p=3707"},"modified":"2026-07-10T17:02:41","modified_gmt":"2026-07-10T17:02:41","slug":"kredit-produktif-umkm-dan-investasi-masyarakat-lampung-terus-menguat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/10\/kredit-produktif-umkm-dan-investasi-masyarakat-lampung-terus-menguat\/","title":{"rendered":"KREDIT PRODUKTIF, UMKM, DAN INVESTASI MASYARAKAT LAMPUNG TERUS MENGUAT"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">Bandar Lampung &#8211; wartaoneindonesia.com, 10 Juli 2026. Sektor jasa keuangan Provinsi Lampung tetap menunjukkan ketahanan yang kuat hingga Mei 2026. Kredit perbankan mencapai Rp114,57 triliun dengan pertumbuhan 5,35 persen, sementara penghimpunan dana masyarakat meningkat 8,77 persen di tengah dinamika ekonomi global.<\/p>\n<p>\u201cKondisi sektor jasa keuangan Lampung hingga Semester I 2026 tetap sehat, resilien, dan mampu menjaga fungsi intermediasi. Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Fokus kami bukan hanya menjaga stabilitas, tetapi memastikan sektor jasa keuangan benar-benar hadir mendukung masyarakat, UMKM, dan pembangunan daerah.\u201d Ungkap Otto Fitriandy, Kepala OJK Provinsi Lampung<\/p>\n<p><b>PERKEMBANGAN SEKTOR JASA KEUANGAN<\/b><\/p>\n<p>Hingga pertengahan tahun 2026, jaringan kelembagaan lembaga jasa keuangan (LJK) yang beroperasi di Provinsi Lampung tercatat sangat masif dan siap melayani kebutuhan masyarakat, dengan rincian sebagai berikut:<\/p>\n<p><b>Sektor Perbankan: <\/b>Terdiri dari 1 Kantor Pusat Bank Umum (BPD Lampung), 23 Bank Perekonomian Rakyat (BPR), 11 BPR Syariah (BPRS), 52 Kantor Cabang Bank Umum Konvensional (KC BU), dan 11 Kantor Cabang Bank Umum Syariah (KC BUS).<\/p>\n<p><b>Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB): <\/b><\/p>\n<p>Didukung oleh 1 Modal Ventura, 1 Dana Pensiun, 3 Perusahaan Gadai Swasta, 1 Penyelenggara P2P Lending, 9 Lembaga Keuangan Mikro (LKM), serta 162 Kantor Cabang Perusahaan Pembiayaan.<br \/>\n<b>Sektor<\/b><b> <\/b><b>Pasar<\/b><b> <\/b><b>Modal:<\/b><b> <\/b>Diperkuat oleh 1 Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI), 7 Perusahaan Efek, 8 Emiten lokal, 1 Manajer Investasi, 34 Agen Penjual Reksadana (APERD), serta 18 Galeri Investasi yang tersebar di berbagai institusi.<\/p>\n<p><b>KINERJA PERBANKAN BERKELANJUTAN<\/b><br \/>\nKinerja perbankan di Provinsi Lampung tumbuh solid secara <i>year-on-year <\/i>(yoy). Penyaluran kredit perbankan Lampung mencapai <b>Rp114,57 triliun <\/b>atau tumbuh sebesar <b>5,35% (yoy) <\/b>(meningkat sebesar Rp5,81 triliun). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tiga pilar utama alokasi kredit, yaitu:<br \/>\nKredit Modal Kerja sebesar <b><i>Rp54,64 T <\/i><\/b>(tumbuh 2,17% yoy).<br \/>\nKredit Investasi sebesar <b><i>Rp18,93 T <\/i><\/b>(tumbuh 9,00% yoy).<br \/>\nKredit Konsumsi sebesar <b><i>Rp40,99 T <\/i><\/b>(tumbuh 8,15% yoy).<\/p>\n<p>Kualitas kredit tetap terjaga dengan sangat baik di bawah <i>threshold <\/i>aman. Rasio <i>Non-Performing Loan <\/i>(NPL) <i>gross <\/i>tercatat sebesar <b>2,73% <\/b>dengan nominal Rp3,13 triliun, sedangkan rasio NPL <i>net <\/i>berada pada level yang sangat sehat sebesar <b>1,31%<\/b>. Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan Lampung mencapai <b>Rp75,20 triliun<\/b>, atau tumbuh sebesar <b>8,77% (yoy) <\/b>(meningkat sebesar Rp6,06 triliun), dengan kontribusi Tabungan sebesar Rp43,35 triliun, Deposito sebesar Rp19,77 triliun, dan Giro sebesar Rp12,08 triliun.<\/p>\n<p><b>PEMBIAYAAN KEPADA UMKM DAN PENYALURAN <\/b><b>KUR<\/b><\/p>\n<p>Pertumbuhan pembiayaan UMKM menunjukkan sektor produktif tetap menjadi prioritas industri perbankan di Lampung. OJK akan terus memperluas akses pembiayaan melalui pendekatan ekosistem agar UMKM tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga memperoleh pendampingan dan akses pasar.<\/p>\n<p>Sementara itu, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 tercatat sebesar <b>Rp4,35 triliun <\/b>atau mengalami pertumbuhan sebesar <b>6,15% (yoy) <\/b>yang dinikmati oleh <b>73.787 debitur<\/b>. Konsentrasi penyaluran KUR tertinggi berada di tiga wilayah utama dengan basis ekonomi pedesaan, yakni Kabupaten Lampung Tengah (<b><i>Rp220,10 M<\/i><\/b>), Kabupaten Lampung Timur (<b><i>Rp140,11 M <\/i><\/b>baki debet total akumulatif\/porsi pedesaan), dan Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p><b>Distribusi Kredit Sektoral<\/b><\/p>\n<p><b>Berdasarkan lokasi proyek, total penyaluran kredit Bank Umum per sektor ekonomi di Lampung mencapai <\/b><b>Rp95,34 triliun <\/b><b>dengan kontribusi sektoral terbesar didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan sebesar 23,6% (Rp22,47 T), diikuti oleh Sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 22,2% (Rp21,18 T), Sektor Rumah Tangga sebesar 19,4% (Rp18,52 T), Sektor Bukan Lapangan Usaha Lainnya sebesar 18,44% (Rp17,57 T), serta Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 15,5% (Rp14,73 T).<\/b><\/p>\n<p><b>Secara spasial (berdasarkan lokasi perbankan), total kredit tercatat sebesar <\/b><b>Rp88.704,26 miliar <\/b><b>dengan konsentrasi utama di Kota Bandar Lampung yang memberikan kontribusi dominan sebesar <\/b><b>57,86% <\/b><b>(Rp51.314,38 miliar) dan Kota Metro sebesar <\/b><b>10,43% <\/b><b>(Rp9.256,07 miliar). Gabungan lima daerah terbesar menyumbang 89,68% dari total portofolio kredit perbankan di seluruh wilayah Provinsi Lampung.<\/b><\/p>\n<p><b>Perkembangan<\/b><b> <\/b><b>Kinerja<\/b><b> <\/b><b>IKNB<\/b><b> <\/b><b>dan<\/b><b> <\/b><b>Pasar<\/b><b> Modal<\/b><\/p>\n<p><b>Sektor Keuangan Non-Bank menunjukkan resiliensi yang tinggi per Maret 2026. Sektor <\/b><b><i>P2P Lending <\/i><\/b><b>mencatatkan <\/b><b><i>outstanding <\/i><\/b><b>piutang pembiayaan sebesar <\/b><b>Rp1,55 triliun<\/b><b>. Sektor Dana Pensiun membukukan total aset sebesar Rp199,05 miliar, diikuti industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dengan total aset Rp43,39 miliar, Modal Ventura dengan total aset Rp37,29 miliar, dan Pegadaian dengan total aset Rp14,03 miliar. <\/b><\/p>\n<p><b>Pada sektor Pasar Modal, minat investasi masyarakat Lampung terus menunjukkan tren peningkatan yang menggembirakan. Jumlah investor yang tercermin melalui <\/b><b><i>Single Investor Identification <\/i><\/b><b>(SID) di Lampung mencapai <\/b><b>203.565 SID <\/b><b>dengan akumulasi nilai transaksi saham\/efek mencapai <\/b><b>Rp3,22 triliun <\/b><b>hingga Maret 2026.<\/b><\/p>\n<p><b>Edukasi,<\/b><b> <\/b><b>Perlindungan<\/b><b> <\/b><b>Konsumen,<\/b><b> <\/b><b>dan<\/b><b> <\/b><b>Program<\/b><b> <\/b><b>Strategis<\/b><b> TPAKD<\/b><\/p>\n<p><b>Sepanjang Semester I-2026, OJK Lampung secara agresif melaksanakan fungsi edukasi dan perlindungan konsumen melalui penyelenggaraan <\/b><b>35 kegiatan literasi keuangan <\/b><b>yang menyasar <\/b><b>8.315 peserta <\/b><b>dari kalangan pelajar, mahasiswa, petani, perempuan\/PKK, dan pelaku UMKM. OJK juga melayani 4.660 layanan konsumen lintas sektor industri keuangan serta memproses 11.620 layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang terdiri dari 7.422 layanan tatap muka (<\/b><b><i>walk-in<\/i><\/b><b>) dan 4.198 layanan <\/b><b><i>online<\/i><\/b><b>.<\/b><\/p>\n<p><b>Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK Lampung telah merealisasikan berbagai program inklusi inovatif, di antaranya:<\/b><\/p>\n<p><b>Pembentukan KNMP<\/b><b> <\/b><b>Desa Perkasa: <\/b><b>Mendorong akselesari digitalisasi dan inklusi keuangan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Margasari dan Sukorahayu, Lampung Timur melalui kolaborasi dengan pelaku industri keuangan.<\/b><\/p>\n<p><b>Program<\/b><b> <\/b><b>Bank<\/b><b> <\/b><b>Sampah<\/b><b> <\/b><b>Sekolah:<\/b><b> <\/b><b>Meluncurkan program inovatif pengelolaan sampah menjadi rupiah di 5 SMA\/SMK percontohan di Bandar Lampung, menghasilkan ribuan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) baru.<\/b><br \/>\n<b>Ekosistem<\/b><b> <\/b><b>Pesantren<\/b><b> <\/b><b>Inklusif<\/b><b> <\/b><b>Keuangan<\/b><b> <\/b><b>Syariah<\/b><b> <\/b><b>(EPIKS):<\/b><b> <\/b><b>Diimplementasikan di Pondok <\/b><br \/>\n<b>Pesantren Al-Ghifari Lampung Timur dan Al-Muhsin Kota Metro melalui edukasi keuangan syariah terpadu dan pembukaan rekening tabungan serta efek bagi para santri.<\/b><\/p>\n<p><b>OJK optimistis sektor jasa keuangan Provinsi Lampung akan tetap tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan sinergi bersama pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, dan media massa, sektor keuangan diharapkan semakin mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung. (Rin) <\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung &#8211; wartaoneindonesia.com, 10 Juli 2026. Sektor jasa keuangan Provinsi Lampung <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/07\/10\/kredit-produktif-umkm-dan-investasi-masyarakat-lampung-terus-menguat\/\" title=\"KREDIT PRODUKTIF, UMKM, DAN INVESTASI MASYARAKAT LAMPUNG TERUS MENGUAT\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3706,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-3707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3707"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3707\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3709,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3707\/revisions\/3709"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3707"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=3707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}