{"id":4524,"date":"2026-08-26T00:13:53","date_gmt":"2026-08-26T00:13:53","guid":{"rendered":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/?p=4524"},"modified":"2026-08-27T00:14:03","modified_gmt":"2026-08-27T00:14:03","slug":"lampung-buru-hotspot-tersembunyi-di-balik-bara-tim-alfa-terjun-bebas-ke-wil-tnwk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/08\/26\/lampung-buru-hotspot-tersembunyi-di-balik-bara-tim-alfa-terjun-bebas-ke-wil-tnwk\/","title":{"rendered":"LAMPUNG: Buru Hotspot Tersembunyi di Balik Bara, Tim Alfa terjun Bebas Ke wil TNWK"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">LAMPUNG TIMUR &#8211; wartaoneindonesia.com, Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, memasuki tahap baru.<\/p>\n<p>Tim Alfa dari Mabes TNI diterjunkan langsung ke kawasan yang sulit dijangkau untuk memburu titik panas yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.<\/p>\n<p>Pada Selasa (25\/8\/2026), sebanyak 40 personel penerjun payung dikerahkan ke kawasan TNWK menggunakan pesawat Hercules.<\/p>\n<p>Selain itu, 15 personel lainnya diturunkan dari helikopter menggunakan tali untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.<\/p>\n<p>Sebelum pengerahan personel, tim melakukan pengamatan menggunakan drone termal untuk memetakan lokasi yang masih menunjukkan anomali suhu.<\/p>\n<p>Pangdam XXI\/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, Tim Alfa diterjunkan berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI.<\/p>\n<p>&#8220;Tadi sudah kita adakan surveillance dulu, pengamatan menggunakan termal, di mana kira-kira titik-titik api yang masih mungkin menjadi bara dan menimbulkan kebakaran,&#8221; kata Kristomei saat ditemui di TNWK, Selasa (25\/8\/2026).<\/p>\n<p>Setelah lokasi terpetakan, Tim Alfa diterjunkan ke medan yang sulit dijangkau untuk mempercepat pemadaman.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian tadi kita terjunkan Tim Alpha, sesuai dengan instruksi dari Bapak Presiden dan Panglima TNI, mereka kita terjunkan di tempat-tempat yang susah dijangkau, di tempat-tempat yang masih memungkinkan hotspot itu ada, sehingga bisa lebih mempercepat proses pemadaman api,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>*Drone Termal Buru Titik Panas*<\/p>\n<p>Kristomei menjelaskan, pemantauan melalui drone termal diperlukan untuk mendeteksi titik dengan suhu yang masih lebih tinggi dibandingkan kondisi tanah di sekitarnya.<\/p>\n<p>Meski kobaran api tidak selalu terlihat dari permukaan, anomali suhu tersebut menjadi indikasi yang harus diwaspadai karena dapat berkembang menjadi bara dan kembali memicu kebakaran.<\/p>\n<p>&#8220;Masih ada titik-titik yang memungkinkan karena suhunya berbeda dengan suhu tanah sebenarnya, dia masih kuning atau merah. Nah itu yang harus kita waspadai,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Setelah titik panas ditemukan, personel Tim Alfa bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.<\/p>\n<p>Selain personel darat, dukungan water bombing dan drone penyemprot juga disiapkan untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi petugas.<\/p>\n<p>&#8220;Sore ini juga kita datangkan drone semprot dengan kapasitas 16 liter, 30 liter, dan 100 liter, sehingga bisa bolak-balik ngisi, diterbangkan ke tempat-tempat yang memang susah dijangkau dengan jalan kaki,&#8221; ujar Kristomei.<\/p>\n<p>*Kejar Bara Sebelum Jadi Api Lagi*<\/p>\n<p>Strategi pemadaman kini tidak hanya mengejar kobaran api yang terlihat. Tim gabungan juga berupaya menurunkan suhu tanah agar bara yang tersisa tidak kembali berkembang menjadi kebakaran.<\/p>\n<p>Kristomei mengatakan, water bombing dan drone penyemprot akan diarahkan ke lokasi yang terdeteksi masih memiliki suhu tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan adanya water bombing, dengan adanya pelibatan drone semprot nanti, itu diharapkan bisa mengademkan suhu tanah, juga bisa mencegah hotspot tadi menjadi bara api lagi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia berharap langkah tersebut dapat menghentikan munculnya titik panas baru di kawasan TNWK.<\/p>\n<p>&#8220;Harapannya jangan ada lagi tambahan-tambahan atau timbul lagi hotspot atau titik-titik api baru,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>*Karhutla Capai Ratusan Hektare*<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang disampaikan Kristomei, kebakaran pada 21-22 Agustus 2026 berdampak sekitar 673 hektare di Desa Braja Harjosari.<\/p>\n<p>Kemudian pada 23-24 Agustus, sekitar 123 hektare terdampak di wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur. Kebakaran juga terjadi di Rantau Jaya dengan luas terdampak sekitar 6,4 hektare.<\/p>\n<p>Kristomei menyebut kawasan yang terbakar didominasi savana dan alang-alang.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi luasan sekitar 600 hektar itu adalah alang-alang itu, Pak. Jadi savana, savana alang-alang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Penanganan karhutla TNWK dilakukan secara terpadu untuk melindungi kawasan konservasi sekaligus mencegah api mengancam habitat satwa dilindungi, termasuk gajah dan badak. (***)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG TIMUR &#8211; wartaoneindonesia.com, Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/08\/26\/lampung-buru-hotspot-tersembunyi-di-balik-bara-tim-alfa-terjun-bebas-ke-wil-tnwk\/\" title=\"LAMPUNG: Buru Hotspot Tersembunyi di Balik Bara, Tim Alfa terjun Bebas Ke wil TNWK\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4523,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[46],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-prov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4524"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4524\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4527,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4524\/revisions\/4527"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4524"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}