{"id":4632,"date":"2026-09-01T08:52:54","date_gmt":"2026-09-01T08:52:54","guid":{"rendered":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/?p=4632"},"modified":"2026-09-01T08:52:54","modified_gmt":"2026-09-01T08:52:54","slug":"bulog-lamsel-mulai-salurkan-bantuan-pangan-beras-untuk-ratusan-ribu-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/01\/bulog-lamsel-mulai-salurkan-bantuan-pangan-beras-untuk-ratusan-ribu-warga\/","title":{"rendered":"Bulog Lamsel Mulai Salurkan Bantuan Pangan Beras untuk Ratusan Ribu Warga"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">LAMSEL, KALIANDA \u2014 wartaoneindonesia.com, Perum Bulog Cabang Lampung Selatan menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 182.398 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Pimpinan Cabang Bulog Lampung Selatan, Fedrial Farhan, dalam kegiatan Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) yang digelar di Gedung Pemda Lampung Selatan, Selasa (1\/9\/2026).<\/p>\n<p>Fedrial menjelaskan, data penerima bantuan pangan tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial Republik Indonesia. Data yang diterima Bulog telah dilengkapi nama dan alamat masing-masing penerima atau by name by address.<\/p>\n<p>&#8220;Data penerima yang kami terima sudah by name by address. Nama dan alamat setiap penerima sudah tercantum langsung saat data kami terima dari pusat,&#8221; ujar Fedrial.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, penyaluran bantuan pangan kali ini mencakup alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.<\/p>\n<p>Setiap penerima memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Dengan demikian, dalam satu kali penyaluran, masing-masing penerima akan menerima total 30 kilogram beras sekaligus.<\/p>\n<p>&#8220;Artinya, setiap penerima akan mendapatkan 30 kilogram beras sekaligus. Untuk penyaluran kali ini, komoditas bantuannya hanya beras, tanpa minyak goreng, berbeda dengan penyaluran pada alokasi sebelumnya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Fedrial menegaskan, bantuan beras tersebut diberikan secara gratis. Masyarakat penerima tidak dipungut biaya apa pun.<\/p>\n<p>&#8220;Harapan kami, bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus ikut menjaga stabilitas harga beras di wilayah Lampung Selatan,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Bulog Jamin Kualitas dan Kuantitas Beras<br \/>\nSelain memastikan bantuan tersalurkan kepada penerima yang telah ditetapkan, Bulog Lampung Selatan juga berkomitmen menjaga kualitas dan kuantitas beras yang diberikan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Fedrial mengimbau penerima bantuan segera melapor apabila mendapatkan beras yang tidak sesuai standar atau jumlah beras yang diterima kurang dari ketentuan.<\/p>\n<p>&#8220;Silakan melapor dan langsung hubungi petugas pembagi di desa masing-masing, atau langsung ke kami. Jika ada beras yang di bawah standar medium atau jumlahnya kurang dari 10 kilogram per karung, akan segera kami lakukan penggantian,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengawasan dari masyarakat penting untuk memastikan program bantuan pangan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin memberikan beras yang berkualitas untuk masyarakat. Harapan kami, beras yang kami bagikan ini tepat sasaran, tepat kualitas, dan tepat waktu,&#8221; pungkas Fedrial. (Rin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMSEL, KALIANDA \u2014 wartaoneindonesia.com, Perum Bulog Cabang Lampung Selatan menyalurkan bantuan pangan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/01\/bulog-lamsel-mulai-salurkan-bantuan-pangan-beras-untuk-ratusan-ribu-warga\/\" title=\"Bulog Lamsel Mulai Salurkan Bantuan Pangan Beras untuk Ratusan Ribu Warga\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[51],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-lampung-tengah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4632"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4634,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4632\/revisions\/4634"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4632"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}