{"id":4773,"date":"2026-09-16T06:48:29","date_gmt":"2026-09-16T06:48:29","guid":{"rendered":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/?p=4773"},"modified":"2026-09-16T06:48:29","modified_gmt":"2026-09-16T06:48:29","slug":"kepsek-sd-negeri-1-kedaton-bantah-isu-revitalisasi-dikuasai-timses-anggaran-rp1075-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/16\/kepsek-sd-negeri-1-kedaton-bantah-isu-revitalisasi-dikuasai-timses-anggaran-rp1075-miliar\/","title":{"rendered":"Kepsek SD Negeri 1 Kedaton Bantah Isu Revitalisasi Dikuasai Timses, Anggaran Rp1,075 Miliar"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">Bandar Lampung \u2013 wartaoneindonesia.com, Kepala SD Negeri 1 Kedaton, Ida Lastari, membantah pemberitaan yang menyebut Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari APBN diduga dikuasai tim sukses (timses) politisi daerah.<\/p>\n<p>Ida menegaskan, pelaksanaan program revitalisasi di sekolah yang dipimpinnya tidak melibatkan pihak-pihak sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cBerita yang beredar itu tidak benar. Pekerjaan ini tidak ada campur tangan dari pihak timses yang disebutkan dalam pemberitaan,\u201d ujar Ida saat memberikan klarifikasi kepada awak media, Rabu (16\/9\/2026).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, SD Negeri 1 Kedaton memperoleh anggaran revitalisasi sebesar Rp1.075.000.000 atau Rp1 miliar 75 juta.<\/p>\n<p>Menurut Ida, bantuan tersebut diajukan karena kondisi bangunan sekolah yang sudah memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan.<\/p>\n<p>Proses pengajuan dilakukan melalui penyusunan proposal yang dilengkapi foto kondisi bangunan serta data sekolah dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).<\/p>\n<p>Ida menuturkan, dirinya telah berupaya mengajukan perbaikan sekolah sejak beberapa tahun terakhir. Kondisi bangunan yang telah berdiri sejak 1974 menjadi salah satu alasan utama pengajuan bantuan revitalisasi.<\/p>\n<p>Ia juga menyebutkan bahwa pihak terkait telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi bangunan sesuai dengan proposal yang diajukan.<\/p>\n<p>Terkait pengelolaan anggaran, Ida menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan melibatkan panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP) yang memiliki pembagian tugas masing-masing.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa pekerjaan fisik maupun kebutuhan teknis dilaksanakan berdasarkan perencanaan dan spesifikasi yang telah ditentukan.<\/p>\n<p>\u201cSemua harus sesuai dengan perencanaan. Mulai dari kualitas material, ukuran besi, sampai jumlah bahan yang digunakan harus sesuai. Saya sebagai kepala sekolah tetap bertanggung jawab terhadap pelaksanaan di lapangan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ida berharap program revitalisasi tersebut dapat memberikan perubahan nyata bagi SD Negeri 1 Kedaton, terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.<\/p>\n<p>Sementara itu, dugaan penyimpangan pengelolaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan APBN 2026 di Bandar Lampung sebagaimana diberitakan sebelumnya masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.<\/p>\n<p>Klarifikasi dari pihak sekolah menjadi bagian dari upaya memperoleh informasi yang berimbang. Untuk memastikan duduk perkara secara menyeluruh, diperlukan pula keterangan dari pihak pengelola program, instansi terkait, serta pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan sebelumnya.<\/p>\n<p>Hingga berita ini disusun, belum terdapat dokumen atau keterangan dari pihak berwenang yang dapat memastikan kebenaran dugaan keterlibatan tim sukses maupun dugaan pembagian anggaran sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan tersebut. (Rin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung \u2013 wartaoneindonesia.com, Kepala SD Negeri 1 Kedaton, Ida Lastari, membantah <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/16\/kepsek-sd-negeri-1-kedaton-bantah-isu-revitalisasi-dikuasai-timses-anggaran-rp1075-miliar\/\" title=\"Kepsek SD Negeri 1 Kedaton Bantah Isu Revitalisasi Dikuasai Timses, Anggaran Rp1,075 Miliar\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4772,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[64],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4773","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4773","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4773"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4773\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4775,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4773\/revisions\/4775"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4772"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4773"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}