{"id":4823,"date":"2026-09-23T03:41:01","date_gmt":"2026-09-23T03:41:01","guid":{"rendered":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/?p=4823"},"modified":"2026-09-23T03:42:16","modified_gmt":"2026-09-23T03:42:16","slug":"garuda-berwarna-nusantara-kunjungi-brigif-4-marinir-bs-piabung-jawara-tegaskan-karakter-prajurit-tangguh-profesional-ancutable-dan-humanis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/23\/garuda-berwarna-nusantara-kunjungi-brigif-4-marinir-bs-piabung-jawara-tegaskan-karakter-prajurit-tangguh-profesional-ancutable-dan-humanis\/","title":{"rendered":"Garuda Berwarna Nusantara Kunjungi Brigif 4 Marinir\/BS Piabung, JAWARA Tegaskan Karakter Prajurit Tangguh profesional ancutable dan Humanis"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">PESAWARAN \u2013 wartaoneindonesia.com, JAWARA bukan sekadar semboyan. Di lingkungan Brigif 4 Marinir\/BS Piabung, istilah tersebut menjadi gambaran karakter prajurit yang tangguh dalam menjalankan tugas, berani membela kebenaran, namun tetap mengedepankan keramahan dan nilai-nilai kemanusiaan.<\/p>\n<p>Filosofi tersebut menjadi salah satu hal yang mengemuka dalam kunjungan Garuda Berwarna Nusantara ke Brigif 4 Marinir\/BS Piabung, di kawasan Pantai Marine Eco Park (MEP), Kabupaten Pesawaran, Lampung, Selasa (22\/9\/2026).<\/p>\n<p>Komandan Brigif 4 Marinir\/BS Piabung Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr.Hanla., CHRMP., menjelaskan bahwa makna JAWARA tidak berhenti pada gambaran sosok jagoan atau pendekar.<\/p>\n<p>Menurutnya, seorang prajurit harus mampu menjadi sosok yang hebat dalam melaksanakan tugas sekaligus memiliki keberanian untuk memperjuangkan kebenaran. Namun, keberanian tersebut harus berjalan beriringan dengan sikap ramah dalam setiap tindakan.<\/p>\n<p>\u201cJagoan dalam melaksanakan tugas, kemudian berani dalam kebenaran. Tetapi untuk melakukan itu semua harus ramah dalam tindakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kolonel Kanang menegaskan, ketegasan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari karakter seorang prajurit. Kendati demikian, ketegasan tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan keras.<\/p>\n<p>Sebaliknya, prajurit dituntut mampu mengedepankan pendekatan yang lebih humanis, khususnya ketika berinteraksi dengan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cBoleh Marinir atau tentara itu tegas, tetapi dalam aplikasinya harus ramah. Keberaniannya tidak boleh luntur, hanya cara melaksanakan atau mengeksekusinya yang harus lebih ramah dan lembut,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>JAWARA dan Nilai Karakter Prajurit<br \/>\nUntuk mewujudkan karakter tersebut, sejumlah nilai terus ditanamkan kepada seluruh prajurit, mulai dari unsur pimpinan hingga personel di tingkat bawah.<\/p>\n<p>Nilai-nilai itu meliputi jujur, adil, berwibawa, amanah, religius, dan akuntabel.Kejujuran menjadi fondasi dalam menjalankan tugas. Sementara keadilan menjadi prinsip dalam bersikap dan mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Adapun wibawa tidak semata-mata lahir dari pangkat maupun jabatan, tetapi tercermin melalui sikap, perilaku, dan penampilan seorang prajurit dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Sikap amanah juga menjadi bagian penting. Setiap kepercayaan yang diberikan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.<\/p>\n<p>Begitu pula nilai religius yang menjadi landasan moral agar setiap langkah dan tindakan prajurit tetap berpijak pada nilai-nilai ketuhanan.<\/p>\n<p>Sementara akuntabilitas menjadi prinsip yang menuntut setiap kebijakan, tindakan, maupun keputusan dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p>\u201cAkuntabel itu berat, karena saya harus bisa mempertanggungjawabkan semua kebijakan, semua tindakan, dan semua keputusan yang saya ambil, baik di dunia maupun akhirat,\u201d tegas Kolonel Kanang.<\/p>\n<p>Tangguh di Medan Tugas, Humanis di Tengah Masyarakat<\/p>\n<p>Filosofi JAWARA tersebut pada akhirnya menggambarkan sosok prajurit yang ingin dibangun di Brigif 4 Marinir\/BS Piabung.<br \/>\nPrajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dan keberanian dalam menjalankan tugas, tetapi juga harus mampu menjaga integritas, menghormati masyarakat, serta mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang dilakukan.<\/p>\n<p>Dengan karakter tersebut, ketangguhan seorang prajurit tidak harus berjarak dengan keramahan.<\/p>\n<p>Justru, keberanian dan ketegasan diharapkan berjalan beriringan dengan sikap humanis sehingga kehadiran prajurit di tengah masyarakat dapat memberikan rasa aman sekaligus membangun kedekatan.<\/p>\n<p>Kunjungan jajaran pengurus ormas Garuda Berwarna Nusantara di kawasan Pantai Marine Eco Park (MEP) Pesawaran pun menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat nilai yang terus dibangun di lingkungan Brigif 4 Marinir\/BS Piabung.<\/p>\n<p>JAWARA pada akhirnya bukan hanya sebuah kata, melainkan karakter yang diharapkan melekat pada setiap prajurit: kuat dalam tugas, berani dalam kebenaran, berintegritas dalam menjalankan amanah, dan tetap ramah dalam pengabdian kepada masyarakat terutama dalam tugas sebagai perajurit harus menjalankan semboyan ancutable. Bertanggung jawab atas perbuatan baik di dunia dan di akhirat. (Wan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN \u2013 wartaoneindonesia.com, JAWARA bukan sekadar semboyan. Di lingkungan Brigif 4 Marinir\/BS <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/09\/23\/garuda-berwarna-nusantara-kunjungi-brigif-4-marinir-bs-piabung-jawara-tegaskan-karakter-prajurit-tangguh-profesional-ancutable-dan-humanis\/\" title=\"Garuda Berwarna Nusantara Kunjungi Brigif 4 Marinir\/BS Piabung, JAWARA Tegaskan Karakter Prajurit Tangguh profesional ancutable dan Humanis\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4822,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[63],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tni-polri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4823"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4823\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4825,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4823\/revisions\/4825"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4823"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}