{"id":5324,"date":"2026-11-01T12:01:36","date_gmt":"2026-11-01T12:01:36","guid":{"rendered":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/?p=5324"},"modified":"2026-11-01T12:05:21","modified_gmt":"2026-11-01T12:05:21","slug":"sabet-prestasi-nasional-delapan-puteri-lampung-unjuk-prestasi-shakira-raih-juara-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/01\/sabet-prestasi-nasional-delapan-puteri-lampung-unjuk-prestasi-shakira-raih-juara-1\/","title":{"rendered":"Sabet Prestasi Nasional, Delapan Puteri Lampung Unjuk Prestasi, Shakira Raih Juara 1"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">JAKARTA \u2013 wartaoneindonesia.com, Delapan puteri asal Lampung sukses mencuri perhatian di panggung nasional. Mereka bukan sekadar tampil sebagai peserta, tetapi pulang membawa sederet gelar bergengsi dalam ajang Puteri Anak Indonesia, Puteri Remaja Indonesia, Puteri Batik Cilik Indonesia, dan Puteri Batik Remaja Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta, 27 Oktober hingga 1 November 2026.<\/p>\n<p>Prestasi paling menonjol ditorehkan Shakira Al Khaira yang berhasil menyabet Juara 1 Puteri Anak Indonesia 2026. Capaian tersebut menjadi prestasi tertinggi yang diraih delegasi Lampung dalam kompetisi yang diselenggarakan DD Production tersebut.<\/p>\n<p>Tak berhenti di satu gelar, tujuh perwakilan Lampung lainnya juga berhasil membawa pulang penghargaan di berbagai kategori. Mereka menunjukkan kemampuan di bidang bakat, kepribadian, busana tradisional, hingga kompetisi Puteri Batik.<\/p>\n<p>Berikut deretan prestasi delapan perwakilan Lampung:<\/p>\n<p>. Shakira Al Khaira \u2013 Juara 1 Puteri Anak\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Indonesia 2026.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">. Azka Nabila Rynanda \u2013 Best Talent Puteri\u00a0 \u00a0 \u00a0Anak Indonesia 2026.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">. Asyifa Novita Putri Buana \u2013 Best\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Personality Puteri Remaja Indonesia 2026.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">. Jecia Zyleen Anggara \u2013 Best Traditional\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Costume Puteri Remaja Indonesia\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Lampung 2026.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">. Sabina Aqilah Resmidisa \u2013 Runner Up 5\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Puteri Batik Cilik Indonesia 2026.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">. Aqila Fricia Sabrina \u2013 Puteri Batik Cilik\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Indonesia Berbakat 2026.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">. Haura Gazala Tsabit \u2013 Runner Up 2 Puteri\u00a0 \u00a0 \u00a0Batik Remaja Indonesia 2026 dan Puteri\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Batik Remaja Indonesia Favorite 2026.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">.Diana Ameliya \u2013 Runner Up 5 Puteri Batik\u00a0 \u00a0 \u00a0Remaja Indonesia 2026.<\/p>\n<p>Bukan Sekadar Mengejar Mahkota<br \/>\nKetua Yayasan DD Production, Derry Dahlan, mengatakan deretan prestasi tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa anak-anak dan remaja dari daerah memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional.<\/p>\n<p>Menurut Derry, kompetisi tersebut tidak semata-mata mengejar gelar atau mahkota. Para peserta juga mendapatkan pengalaman untuk membangun karakter, meningkatkan kepercayaan diri, mengasah kemampuan komunikasi, memperluas wawasan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi anak-anak dan remaja Lampung untuk terus mengembangkan kemampuan mereka. Setiap anak memiliki potensi yang perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk tumbuh. Melalui ajang ini, mereka belajar berani tampil, berkompetisi, sekaligus membawa identitas daerah ke tingkat nasional,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Prestasi Nonakademik Jangan Dipandang Sebelah Mata<\/p>\n<p>Derry juga mendorong pemerintah daerah memberikan perhatian lebih besar terhadap prestasi nonakademik yang diraih anak-anak dan remaja Lampung.<\/p>\n<p>Menurutnya, capaian di luar bidang akademik memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda. Kompetensi seperti komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan memahami dan melestarikan budaya merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter.<\/p>\n<p>Karena itu, penghargaan terhadap prestasi nonakademik dinilai penting untuk memberikan motivasi sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensinya.<\/p>\n<p>\u201cPrestasi seperti ini jangan hanya dilihat dari gelarnya. Ada proses panjang di baliknya, mulai dari keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, disiplin, kreativitas, hingga membawa nama daerah di tingkat nasional,\u201d kata Derry.<\/p>\n<p>Bawa Nama Lampung, Kenalkan Budaya Indonesia<\/p>\n<p>Keberhasilan delapan perwakilan Lampung tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa daerah memiliki banyak talenta muda yang layak mendapatkan ruang pembinaan.<br \/>\nAjang seperti ini menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkenalkan identitas daerah melalui seni, budaya, kreativitas, dan kepribadian.<\/p>\n<p>Dengan dukungan keluarga, lembaga pembinaan, serta pemerintah daerah, prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai catatan gelar semata. Lebih jauh, capaian itu dapat menjadi pemantik lahirnya lebih banyak generasi muda Lampung yang berani tampil, berprestasi, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa.<\/p>\n<p>Delapan puteri Lampung telah membuktikannya di panggung nasional.<br \/>\nShakira Al Khaira dengan gelar Juara 1 menjadi puncak prestasi, sementara tujuh lainnya turut mengukuhkan bahwa Lampung memiliki talenta muda yang tidak kalah bersaing di tingkat nasional. (Wan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 wartaoneindonesia.com, Delapan puteri asal Lampung sukses mencuri perhatian di panggung <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/2026\/11\/01\/sabet-prestasi-nasional-delapan-puteri-lampung-unjuk-prestasi-shakira-raih-juara-1\/\" title=\"Sabet Prestasi Nasional, Delapan Puteri Lampung Unjuk Prestasi, Shakira Raih Juara 1\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[64],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-5324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5324"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5326,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5324\/revisions\/5326"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5324"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaoneindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=5324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}