Tekanan Rendah di Samudra Hindia Picu Ancaman Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Pesisir Lampung

Berita9 Dilihat

Bandar Lampung – wartaoneindonesia.com , Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di Bandar Lampung dan sejumlah wilayah lain di Provinsi Lampung, khususnya kawasan pesisir yang berdekatan langsung dengan laut.

Peringatan tersebut disampaikan di ruang kerja Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Jalan Yos Sudarso No. 64, Way Lunik, Panjang, Kota Bandar Lampung, pada Jum’at (27/2/2026).

Forecaster BMKG, Melisa Putri, menjelaskan bahwa saat ini terdapat fenomena pusat tekanan rendah di wilayah Samudra Hindia bagian barat hingga selatan Lampung yang berdampak langsung terhadap kondisi atmosfer dan perairan di wilayah setempat.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan, pusat tekanan rendah tersebut memengaruhi perairan barat Lampung, Teluk Lampung, kawasan Kota Agung, hingga perairan timur Lampung. Kondisi ini menyebabkan atmosfer menjadi semakin labil sehingga potensi cuaca buruk masih cukup tinggi dalam sepekan ke depan.

“Untuk satu minggu ke depan, wilayah Lampung masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi. Hal ini dipicu oleh masih bertahannya fenomena pusat tekanan rendah di Samudra Hindia selatan Lampung,” ujar Melisa Putri kepada awak media wartaoneindonesia.com.

Ia menambahkan, BMKG secara rutin menyampaikan informasi prakiraan cuaca harian, peringatan dini angin kencang, serta peringatan gelombang tinggi. Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diminta untuk selalu memantau informasi resmi sebelum melakukan aktivitas pelayaran.

“Bagi masyarakat yang akan berlayar, sebaiknya selalu mengecek informasi terbaru dari BMKG. Nelayan juga diharapkan lebih berhati-hati dan menunda melaut apabila sudah terdapat peringatan angin kencang maupun gelombang tinggi di perairan Lampung,” katanya.

Melisa Putri menegaskan bahwa pihaknya hanya dapat memprakirakan kondisi cuaca hingga tujuh hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk akun media sosial resmi dan aplikasi InfoBMKG.

Selain nelayan, warga yang bermukim di kawasan pesisir, terutama rumah-rumah yang berada dekat garis pantai, juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir rob, serta kerusakan akibat terpaan angin kencang.

“Untuk masyarakat, agar selalu waspada dan terus memantau informasi BMKG melalui akun media sosial resmi maupun aplikasi InfoBMKG. Bagi para nelayan, tetap waspada terhadap potensi angin kencang di perairan Lampung,” tutupnya. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *