Kinerja Operasional Pelindo Regional 2 Panjang Tumbuh Positif di Kuartal I 2026

Berita35 Dilihat

Lampung, Panjang — wartaoneindonesia.com, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang menunjukkan tren positif pada kuartal pertama tahun 2026. Peningkatan ini tercermin dari pertumbuhan arus kapal, barang non peti kemas, serta peti kemas secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari optimalisasi operasional yang konsisten serta sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Pertumbuhan kinerja operasional pada kuartal pertama 2026 menunjukkan tren yang positif. Hal ini tidak terlepas dari optimalisasi proses operasional dan koordinasi berkelanjutan dengan seluruh stakeholder di tengah dinamika dan tantangan sektor logistik,” ujar Hardianto, Selasa (14/4/2026).

Berdasarkan data operasional Maret 2026, arus kapal tercatat meningkat 8,24 persen, dari 813 unit pada Maret 2025 menjadi 880 unit. Sementara itu, arus barang non peti kemas mencapai 1.916.916 ton atau tumbuh 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.870.221 ton.

Adapun arus peti kemas juga mengalami kenaikan sebesar 2,06 persen, dari 26.933 TEUs menjadi 27.487 TEUs pada Maret 2026.
Hardianto menambahkan, penguatan kinerja tidak hanya dilakukan dari sisi operasional, tetapi juga melalui strategi pemasaran yang proaktif dan kolaboratif bersama anak perusahaan di lingkungan Pelindo.

“Selain penguatan operasional, kami juga mengintensifkan aktivitas pemasaran melalui sinergi dengan anak perusahaan seperti PTP Cabang Panjang, IPC TPK Area Panjang, serta MTI Area Panjang. Kami juga aktif melakukan customer relations secara langsung guna menangkap potensi pasar dan meningkatkan kepercayaan pengguna jasa,” jelasnya.

Di tengah kondisi global yang masih penuh tantangan, Pelindo Regional 2 Panjang tetap berkomitmen menjaga kelancaran arus logistik melalui pengawasan dan penyesuaian operasional yang adaptif.

“Kami menyadari dinamika global dapat mempengaruhi sektor logistik. Namun demikian, kami tetap optimistis dan berkomitmen menjaga konsistensi kinerja operasional dalam mengelola arus barang di Pelabuhan Panjang,” tutup Hardianto. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *